Mimpi-mimpi itu masih menggelantung
dikepalaku hingga saat ini. Deretan
empat angka itu sangat special dalam hidupku deretan angka itu yaitu tahun
2010. sungguh tahun yang sangat
menyenangkan sekaligus menyedihkan untukku, dua perasaan yang saling bertautan
dihatiku. Kumpulan mimpi-mimpi yang aku tulis selama ini salah satunya akan terwujud dan ini
impian pertamaku yang aku tulis dibuku, yaitu dapat belajar di Perguruan Tinggi
Negeri. Betapa bahagianya perasaanku ketika aku mengetahui bahwa aku ketrima di
universitas itu, seakan impianku selanjutnya datang lebih dekat dipelupuk
mataku. Hal itu aku dapatkan dengan sangat susah payah, cobaan apapun sampai
cacian yang aku terima dari orang lain aku tak menghiraukannya dan aku bisa
membuktikan kepada mereka bahwa aku berhak mendapatkan apa yang menjadi
cita-cita terbesarku. Aku bukanlah anak dari orang tua berada dan aku bukan
anak yang mendapatkan peringkat teratas namun aku memiliki semangat untuk
belajar. Selama ada niat pasti ada jalan, itulah pepatah yang aku pegang dalam
hidupku. Semua halangan yang ada untuk bisa masuk kesana alhamdulillah dapat
teratasi, namun ada satu hal yang berada diluar kendaliku dan aku mengalah
karena Allah pasti memiliki rencana lain. Dan aku harus meninggalkan impian
pertamaku. Kini aku kuliah di Universitas swasta dekat rumah namun aku
tetap berusaha yang terbaik untukku.
Seperti balon-balon yang dilepas dari genggaman tangan dan terbang
tinggi. Suatu saat balon yang berisi suratku untukku pasti akan kuterima. Balon impian, iya ini merupakan pengingat
impian-impianku. Lima tahun telah berlalu dan aku mencoba mengikhlaskannya, suratku
akan mengantarkanku ke impianku lima tahun mendatang.
Dear my self,
Hallo vian apa kabar? Bagaimana keadaanmu
saat ini?. Aku yakin semua baik-baik saja dan engkau bisa tersenyum lebar. Aku
ingin menceritakan kalau Allah saat ini sudah memberikan kesempatan lagi
kepadaku. Tahu tidak kalu Komunitas mengajar untuk anak tidak mampu yang kita
lakukan dulu kini berubah menjadi yayasan konsultasi pendidikan untuk adik-adik.
Ternyata niat baik itu akan membawa kebaikan pula dalam diri sendiri. Selain
itu akhirnya impian terbesarku bisa terwujud, kini aku bisa belajar dengan lingkungan yang
sangat menyenangkan, aku berada di negara kincir angin dan aku mendapatkan
beasiswa. Aku bisa merasakan dinginnya kulkas alami disini dan belajar budayanya juga yang sungguh menarik.
Turis-turis disini juga sangat tertarik mempelajari budaya-budaya Indonesia
seperti belajar tari remo, alat musik angklung serta mencicipi pedasnya sambal
ala orang Indonesia. Semoga kelak keluarga dan teman-teman bisa datang kesini
bersama-sama. Sudah dulu ya..aku akan menceritakan pengalamanku setelah lulus
dari Belanda next time.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar