Rabu, 20 April 2016

STILL REMEMBER MY DREAM



Mimpi-mimpi itu masih menggelantung dikepalaku hingga saat  ini. Deretan empat angka itu sangat special dalam hidupku deretan angka itu yaitu tahun 2010. sungguh  tahun yang sangat menyenangkan sekaligus menyedihkan untukku, dua perasaan yang saling bertautan dihatiku. Kumpulan mimpi-mimpi yang aku tulis selama  ini salah satunya akan terwujud dan ini impian pertamaku yang aku tulis dibuku, yaitu dapat belajar di Perguruan Tinggi Negeri. Betapa bahagianya perasaanku ketika aku mengetahui bahwa aku ketrima di universitas itu, seakan impianku selanjutnya datang lebih dekat dipelupuk mataku. Hal itu aku dapatkan dengan sangat susah payah, cobaan apapun sampai cacian yang aku terima dari orang lain aku tak menghiraukannya dan aku bisa membuktikan kepada mereka bahwa aku berhak mendapatkan apa yang menjadi cita-cita terbesarku. Aku bukanlah anak dari orang tua berada dan aku bukan anak yang mendapatkan peringkat teratas namun aku memiliki semangat untuk belajar. Selama ada niat pasti ada jalan, itulah pepatah yang aku pegang dalam hidupku. Semua halangan yang ada untuk bisa masuk kesana alhamdulillah dapat teratasi, namun ada satu hal yang berada diluar kendaliku dan aku mengalah karena Allah pasti memiliki rencana lain. Dan aku harus meninggalkan impian pertamaku. Kini aku kuliah di Universitas swasta dekat rumah namun aku tetap  berusaha yang terbaik untukku.
Seperti balon-balon yang  dilepas dari genggaman tangan dan terbang tinggi. Suatu saat balon yang berisi suratku untukku pasti akan kuterima.  Balon impian, iya ini merupakan pengingat impian-impianku. Lima tahun telah berlalu dan aku mencoba mengikhlaskannya, suratku akan mengantarkanku ke impianku lima tahun mendatang.
Dear my self,
 Hallo vian apa kabar? Bagaimana keadaanmu saat ini?. Aku yakin semua baik-baik saja dan engkau  bisa tersenyum  lebar. Aku  ingin menceritakan kalau Allah saat ini sudah memberikan kesempatan lagi kepadaku. Tahu tidak kalu Komunitas mengajar untuk anak tidak mampu yang kita lakukan dulu kini berubah menjadi yayasan konsultasi pendidikan untuk adik-adik. Ternyata niat baik itu akan membawa kebaikan pula dalam diri sendiri. Selain itu akhirnya impian terbesarku bisa terwujud, kini  aku bisa belajar dengan lingkungan yang sangat menyenangkan, aku berada di negara kincir angin dan aku mendapatkan beasiswa. Aku bisa merasakan dinginnya kulkas alami disini dan belajar  budayanya juga yang sungguh menarik. Turis-turis disini juga sangat tertarik mempelajari budaya-budaya Indonesia seperti belajar tari remo, alat musik angklung serta mencicipi pedasnya sambal ala orang Indonesia. Semoga kelak keluarga dan teman-teman bisa datang kesini bersama-sama. Sudah dulu ya..aku akan menceritakan pengalamanku setelah lulus dari Belanda next time.